Boyolali — SMK Bhinneka Karya 5 Teras Boyolali resmi meluncurkan Learning Management System (LMS) sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pembelajaran yang lebih mudah, terstruktur, dan fleksibel. Platform ini menjadi langkah nyata sekolah dalam mewujudkan transformasi digital pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kegiatan peluncuran dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh pengawas sekolah yang baru, Bapak Fajar, serta seluruh guru dan karyawan SMK Bhinneka Karya 5 Teras Boyolali. Acara dibuka oleh Kepala Sekolah, Ibu Deny Prihasanti, S.T., yang dalam sambutannya memperkenalkan profil sekolah, termasuk sistem pembelajaran yang tidak hanya dilaksanakan secara luring di sekolah, tetapi juga melalui kerja sama dengan pondok pesantren.
Beliau menyampaikan bahwa beberapa siswa mengikuti pembelajaran di pondok pesantren dengan sistem kombinasi, yaitu pembelajaran daring melalui LMS serta pembelajaran luring melalui kunjungan langsung guru ke pondok. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Islamic Center Muslim Merapi, Cepogo, Boyolali, yang dibimbing oleh Bapak Muhamad Dani Prasetyo, S.Kom. Oleh karena itu, kehadiran LMS ini diharapkan dapat menjadi solusi pembelajaran yang lebih efektif dan terarah.
Setelah sambutan dari kepala sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada guru yang inovatif, yaitu Bapak Aryudha Ernawan, S.Kom. dan Bapak Muhamad Dani Prasetyo, S.Kom. Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Kepala Sekolah SMK Bhinneka Karya 5 Teras Boyolali, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara kepala sekolah, pengawas sekolah, dan para guru penerima apresiasi.

LMS yang diluncurkan ini dikembangkan oleh Bapak Aryudha Ernawan, S.Kom., selaku guru produktif TKJ. Dalam sesi sosialisasi, beliau menjelaskan bahwa sistem ini dilengkapi dengan berbagai fitur, seperti absensi siswa, akses materi pembelajaran, pelaksanaan ujian, serta fitur pendukung lainnya. LMS ini dirancang dengan dua kategori pengguna, yaitu guru dan siswa.
Siswa dapat mengakses materi dan mengikuti ujian tanpa login, namun diwajibkan login menggunakan email yang telah disediakan untuk melakukan absensi. Sementara itu, guru memiliki akses login untuk mengelola berbagai fitur, seperti absensi guru, pengisian jurnal pembelajaran, serta pengelolaan aktivitas belajar lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, pengawas sekolah, Bapak Fajar, memberikan masukan agar pengembangan LMS tetap berfokus pada fungsi utamanya, yaitu menyederhanakan, mengelola, dan mendistribusikan aktivitas pembelajaran secara daring dalam satu platform yang terintegrasi. Hal ini disampaikan karena cakupan LMS yang dikembangkan dinilai terlalu luas, dengan berbagai fitur yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran, tetapi juga mencakup kebutuhan guru. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pengembang untuk menyempurnakan sistem agar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Menanggapi hal tersebut, Bapak Aryudha Ernawan menjelaskan bahwa LMS ini dikembangkan secara mandiri dengan memanfaatkan platform Google Sites, sehingga dapat digunakan secara gratis tanpa biaya tambahan. Selanjutnya, setelah melalui diskusi bersama para guru, platform ini akhirnya diberi nama “SIBUKA” (Sistem Informasi Pembelajaran dan Guru SMK Bhinneka Karya 5 Teras Boyolali). Penamaan ini mencerminkan bahwa sistem yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada fungsi LMS, tetapi juga mencakup berbagai fitur pendukung bagi guru serta kegiatan pembelajaran lainnya secara lebih luas.
Melalui peluncuran LMS “SIBUKA” ini, diharapkan proses pembelajaran di SMK Bhinneka Karya 5 Teras Boyolali menjadi lebih efektif, terarah, serta mampu menjangkau seluruh siswa, baik yang belajar di sekolah maupun di pondok pesantren. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara pengawas sekolah, kepala sekolah, serta seluruh guru dan karyawan sebagai bentuk dokumentasi dan kebersamaan.
Editor : Muhamad Dani Prasetyo