Menyongsong T.A. 2025/2026: SMK BK 5 Teras Gelar Workshop KOSP Bersama Pengawas Sekolah

Dalam rangka mempersiapkan implementasi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) untuk (T.A.) Tahun Ajaran 2025/2026, SMK Bhinneka Karya 5 Teras Boyolali mengadakan kegiatan workshop pada Senin, 26 Mei 2025 di aula sekolah. Acara ini menghadirkan narasumber utama Ibu Dewi Yuningrih, S.Pd., M.Pd., selaku Pengawas Sekolah Kabupaten Boyolali, yang dengan penuh semangat membagikan pengetahuan dan pengalamannya kepada para peserta workshop.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan dipandu oleh Bapak Marcus Bibit Sarmo, S.Pd. selaku pembawa acara. Selanjutnya, sambutan pertama disampaikan oleh Kepala SMK BK 5 Teras, Ibu Deni Prihasanti, S.T., yang mengajak seluruh guru untuk bersama-sama belajar dan memahami arah pengembangan KOSP di tahun ajaran mendatang. Dalam sambutannya, beliau sempat menyinggung isu-isu aktual seperti keberlanjutan Kurikulum Merdeka dan pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang sempat menjadi perhatian guru dan peserta pendidik.

Dilanjutkan sambutan yang kedua dari Ketua Komite Sekolah, Bapak Sutarto, yang mengapresiasi semangat Ibu Dewi Yuningrih dalam membagikan ilmu dan inspirasinya. Beliau juga menyoroti pentingnya sikap positif, dedikasi dalam dunia pendidikan, serta kecintaan terhadap profesi sebagai pendidik—sikap yang menurutnya patut dimiliki oleh seluruh guru dan karyawan, khususnya di lingkungan SMK BK 5 Teras. Di akhir sambutannya, Bapak Sutarto menegaskan bahwa pihak komite bersama sekolah akan terus berkomitmen untuk mengembangkan SMK BK 5 Teras agar menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Kemudian dilanjutkan penyampaian materi utama oleh Ibu Dewi Yuningrih, diawali dengan mengklarifikasi bahwa hingga saat ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi masih memberlakukan Kurikulum Merdeka sebagaimana tertuang dalam Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024. Begitu pula dengan P5, yang masih tetap dijalankan, meskipun sempat beredar isu penggantian dengan P7 di media sosial tanpa dasar resmi.

Selanjutnya, Materi inti workshop berfokus pada penyusunan KOSP dan pentingnya deep learning atau pembelajaran mendalam. Konsep ini menekankan perlunya keterlibatan aktif siswa, pemanfaatan teknologi digital, pendekatan multi-disiplin, hingga pengembangan budaya belajar yang berkesadaran dan bermakna. Juga menyinggung pentingnya kesiapan menghadapi tantangan masa depan seperti bonus demografi 2035 dan visi Indonesia Emas 2045. Salah satu poin menarik dalam materi adalah bagaimana pembelajaran mendalam dapat mencakup aspek pengetahuan esensial, aplikatif, nilai dan karakter, serta kemampuan regulasi diri. Taksonomi Bloom dan tahapan perencanaan pembelajaran turut dijelaskan secara rinci, papar Ibu Dewi.

Selain materi akademik, Ibu Dewi juga memberikan beberapa masukan yang membangun terkait kedisiplinan guru BP (Bimbingan dan Penyuluhan), Guru BP diharapkan dapat hadir lebih pagi dibandingkan guru lainnya, mengingat tidak adanya beban jam mengajar. Namun, apabila guru BP memiliki jam mengajar, maka diperbolehkan hadir sesuai jadwal seperti guru lainnya. Ketentuan yang sama juga berlaku untuk jam pulang. Menyarankan potensi branding sekolah, karena di SMK BK 5 Teras basis siswanya dari pondok pesantren bisa menonjolkan kekhasan pesantren, seperti penguatan Bahasa Arab atau Inggris, Serta pencapaian alumni dalam dunia pendidikan tinggi atau universitas dapat menjadi sarana untuk membranding sekolah, misalnya dengan menampilkan lulusan yang berhasil masuk ke perguruan tinggi, baik melalui jalur SNPMB maupun jalur mandiri.

Sesi diskusi pun berlangsung aktif. Salah satu pertanyaan datang dari Bapak Marcus Bibit Sarmo mengenai keberlanjutan praktik pembelajaran tersembunyi (hidden curriculum). Ibu Dewi menegaskan bahwa metode tersebut tetap relevan selama disesuaikan dengan karakter peserta didik yang beragam.

Acara ditutup dengan istirahat, salat Dzuhur berjamaah, dan makan bersama, sebelum akhirnya diakhiri dengan sesi foto bersama sekitar pukul 14.00 WIB. Suasana keakraban dan semangat untuk terus berkembang begitu terasa selama kegiatan berlangsung.

Harapan besar tersemat dari kegiatan ini, yakni agar SMK BK 5 Teras Boyolali dapat terus maju, menjadi sekolah yang adaptif terhadap perubahan, serta menghasilkan lulusan yang unggul dan siap bersaing di masa depan.

Editor : Muhamad Dani Prasetyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *