Boyolali, 2 Oktober 2025 – SMK Bhinneka Karya 5 Teras Boyolali mengadakan kegiatan sosialisasi dan rapat koordinasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diikuti oleh wali murid siswa kelas XII. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua agar turut berperan aktif dalam mendampingi anak-anaknya menghadapi TKA sebagai bagian dari persiapan apabila meneruskan ke pendidikan tinggi atapuan dunia kerja.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMK BK 5 Teras, Ibu Deny Prihasanti, S.T., menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA sebenarnya bukan hal baru, karena sebelumnya telah diterapkan di beberapa sekolah dan kini mulai dimasifkan kembali pada tahun-tahun ini. Meskipun statusnya masih bersifat tidak wajib, sekolah memutuskan untuk mewajibkan seluruh siswa mengikuti TKA karena mempertimbangkan manfaat besar yang diperoleh dari hasil asesmen ini.
Lebih lanjut, Ibu Deny menegaskan bahwa Sertifikat TKA tidak hanya menjadi bukti kemampuan akademik siswa, tetapi juga menjadi nilai tambah yang sangat penting ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau melamar pekerjaan, terutama di perusahaan besar dan BUMN. Oleh karena itu, partisipasi seluruh siswa sangat diharapkan demi masa depan yang lebih baik.

Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan teknis pelaksanaan TKA oleh Bapak Aryudha Ernawan, S.Kom., selaku proktor sekolah. Sebelum menjabarkan teknis dan persyaratan, beliau menyampaikan beberapa dasar regulasi terkait pelaksanaan TKA, antara lain:
- Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025 tentang TKA.
- Kepmen No. 95 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan TKA.
- Peraturan Kepala BSKAP No. 45 Tahun 2025 tentang Kerangka Asesmen TKA (SMA).
Dalam penjelasannya, beliau juga membandingkan TKA dengan Ujian Nasional (UN) dan Asesmen Nasional (AN) yang telah dilakukan sebelumnya. TKA bersifat tidak wajib secara nasional, namun memiliki peran penting dalam mengukur capaian akademik siswa secara individu untuk kebutuhan seleksi lanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran dan sistem penilaian di sekolah.
TKA juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk memilih mata pelajaran sesuai minat dan kompetensinya. Beberapa pilihan mata pelajaran di antaranya : Matematika Tingkat Lanjut, Ekonomi, Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut, Bahasa Jepang, Fisika, Sosiologi, Bahasa Inggris Tingkat Lanjut, Bahasa Mandarin, Kimia, Geografi, Antropologi, Bahasa Korea, Biologi, Sejarah, Bahasa Arab, Pendidikan Pancasila/PPKn, Bahasa Prancis, Projek Kreatif dan Kewirausahaan, serta Bahasa Jerman.
Selain itu, dijelaskan pula alur pendaftaran TKA, yaitu:
- Sekolah mendaftarkan siswa ke sistem.
- Siswa memilih mata pelajaran pilihannya.
- Siswa mengunggah formulir dan foto.
- Pendaftaran memerlukan persetujuan orang tua.
- Sekolah memeriksa Data Nomor Siswa (DNS).
- Membuat SPTJM dan menerbitkan kartu peserta.
Pelaksanaan TKA mengacu pada Surat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor : 3866/H.H4/SK.01.01/2025 tentang Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik Tahun 2025. Berdasarkan jadwal, kegiatan dimulai dari pendaftaran peserta pada 24 Agustus–5 Oktober 2025, dilanjutkan dengan serangkaian simulasi (pada tanggal 6-9 Oktober), gladi bersih (pada tanggal 27-30 Oktober), pelaksanaan utama (pada tanggal 3–6 November), dan ujian susulan yang akan berlangsung hingga 23 November 2025.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menghimbau kepada wali murid agar membantu memastikan anak-anaknya segera melengkapi foto dan formulir pendaftaran TKA, karena dokumen tersebut menjadi syarat penting sebelum mengikuti asesmen yang diketahui oleh tanda tangan wali murid, termasuk pilihan mata pelajaran yang akan diujikan.
TKA akan dilaksanakan secara online penuh, yang dinilai lebih efisien dan praktis dibandingkan sistem semi-online. Sebelum pelaksanaan resmi, sekolah akan mengadakan gladi bersih agar siswa dapat berlatih dan lebih siap menghadapi ujian sebenarnya.
Kegiatan diakhiri dengan Ibu Deny Prihasanti, S.T., yang kembali menghimbau kepada seluruh wali murid untuk mengkoordinasikan anak-anaknya agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan TKA dengan baik. Sementara itu, Ibu Tias Risaning Asmara, S.Pd., turut menambahkan bahwa penting bagi siswa untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh, terutama pada mata pelajaran yang diampunya yaitu Bahasa Inggris, agar tidak mengalami kesulitan saat pelaksanaan nanti.
Editor : Muhamad Dani Prasetyo